Penampilan Evan Dimas Bersama Bhayangkara

 Beberapa pemuda itu akan digabungkan pemain senior. Dari punggawa lokal masih tetap ada penjaga gawang terbaik ISC 2016, Wahyu Tri Nugroho, lalu si kapten Indra Kahfi, dan Dany Saputra. Untuk pemain baru, Bhayangkara juga datangkan Jajang Mulyana dan bekas punggawa tim nasional Indonesia yang dulu pernah bermain di beberapa kesebelasan besar, yaitu Firman Utina. Pengalaman dan kepimpinan Firman tentu saja akan menolong scuad muda Bhayangkara.



Legiun asing Bhayangkara sendiri akan diperkokoh Otavia Dutra dan Lee Yoo-joon, punggawa asing yang perkuat Bhayangkara FC di ISC 2016. Sebetulnya tetap ada striker Brasil sebagai top scorer Bhayangkara FC awalnya yaitu Thiago Furtuoso, yang disebut pembuat gol paling banyak ke-5 dengan 15 gol. Tetapi posisi Thiago terancam sesudah memperoleh luka dan Bhayangkara tengah menyortir striker asal Brasil yang sebelumnya sempat bela Persija Jakarta, Jonathan Bernardo.


Berkenaan Bernardo sendiri, striker berumur 28 tahun ini awalnya tercatat bela kesebelasan seksi paling atas Malta, Pembroke Athleta. Bernardo dilepaskan karena dia cuma cetak 2 gol dari 14 performa. Performanya itu tidak berhasil mengusung Pembroke karena mereka sekarang ini menempati dasar klassemen.


Pemain Kunci: Evan Dimas


Evan Dimas cukup memberi peralihan saat tim nasional Indonesia bertanding hadapi Myanmar beberapa lalu pada pertandingan tes tanding internasional. Kekuatan Evan memang bisa disebut salah satunya yang terbaik di Indonesia. Dari sisi tehnik dan misi bermain, dia adalah salah satunya contoh pemain kekinian di Indonesia.



Kekuatan umpannya, baik jarak pendek atau jarak jauh, dapat atur gempuran kesebelasan yang dibelanya. Misi permainannya juga dapat membuat kesempatan untuk beberapa rekannya. Gerakan tanpa bolanya juga dapat membuat musuh ketar-ketir, terutama kekuatannya coming from behind yang sering mendadak ada di kotak penalti untuk menyongsong operan silang atau cut-back.

Untuk Bhayangkara, Evan King88bet jadi figur yang teramat penting. Ini kelihatan pada ISC 2016 kemarin. Bersama Evan, Bhayangkara sukses menempati di kelas atas klassemen. Tetapi saat pemain berumur 22 tahun ini mangkir sekitaran sebulan untuk jalani pemfokusan latihan tim nasional yang siap-siap untuk Piala AFF 2016, Bhayangkara tanpa taji.

Di lima pertandingan paling akhir king88bet login alternatif FC tanpa Evan Dimas, mereka cuma sanggup raih satu kemenangan saja, bekasnya tiga seimbang dan dua kalah. Di tandang menjelang akhir liga, Bhayangkara bahkan juga gagal menang sekalinya tanpa Evan Dimas. Walau sebenarnya di ISC 2016, Bhayangkara FC adalah kesebelasan yang raih banyak point di tandang, raih 24 point atau paling banyak ke-2  sesudah Persipura.

Karena itu, Penampilan Evan Dimas Bersama Bhayangkara  bisa menjadi figur penting untuk Bhayangkara FC di Liga 1 kelak. Apa lagi peraturan wajib starter U23 akan membuat kesebelasan lain tidak bisa tampil dengan kemampuan terbaik di 45 menit pertama, sedangkan Bhayangkara FC, karena ada Evan Dimas dan pemain U23 berkualitas yang lain, peraturan itu tidak akan punya pengaruh besar pada kualitas team.


Postingan Populer