Menara Eiffel Bambu di Tengah Rawa Pening Jadi Wisata Instagramable Baru Semarang


 Saat ini jika ingin berpose dengan latar Menara Eiffel tidak perlu terbang ke Paris dahulu, lho. Pasalnya Indonesia punyai tiruan menara kebanggaan Prancis itu. Diantaranya ada ditengah-tengah Rawa Pening, Semarang, Jawa Tengah.

Tidak dari metal, Menara Eiffel di spot rekreasi favorite baru ini memiliki bahan bambu petung. Material itu didapat dari daerah Kabupaten Semarang, tempat Radesa Rekreasi Desa Tuntang tempat menara dibangun.

"Ini untuk memperlihatkan pada dunia jika dari kekayaan SDA kita, terutamanya bambu, kita dapat juga mendunia bila ditangani secara baik serta dengan ketrampilan spesial. Serta semakin lebih indah dari Eiffel yang asli sebab ditengah-tengah kota, ini ditengah-tengah rawa," tutur CEO serta founder Radesa Rekreasi serta The Green Farm, Didik Setiawan,

Proses pengerjaan menara kira-kira memerlukan waktu delapan bulan. Banyak faksi yang terjebak, seperti tenaga pakar bambu, Bumdes Tuntang Sejahtera, PLN Perduli, pemuda karang taruna ditempat, serta alumni ponpes. Sebelum dibuat, eceng gondok yang banyak mengapung di Rawa Pening dibikin bersih terlebih dahulu.

Bambu diambil yang bermutu paling baik. "Bambu yang baik yang telah lewat pengawetan, dipotong pada hari spesifik, tidak cacat, tebal, serta diameter yang lebih dari rerata," kata Didik.

Dia menjelaskan Menara Eiffel dari Desa Tuntang ditangani dengan skema panel. Dengan demikian, sisi yang rusak atau kurang baik langsung dapat ditukar tak perlu merubuhkan semua menara.

"(Ketahanannya) memang tidak lama. Bila perawatan baik, dapat tiga sampai empat tahun," katanya.

Menara Eiffel bambu itu jadi menambah daya tarik desa rekreasi yang diurus masyarakat ditempat. Menara itu jadi project pengerjaan tiruan pertama yang ditangani. Dia merencanakan akan meningkatkan tiruan yang lain di waktu kedepan.

Pelancong yang ke Menara Eiffel dari bambu telah dibuka semenjak Juli 2020 kemarin. Pengunjung yang ingin kesana harus naik perahu dahulu dari tepi Rawa Pening.

Melalui proses itu, Didik mengakui dapat mengendalikan supaya jarak pengunjung masih aman. Maksudnya ditambah lagi jika tidak untuk keselamatan seluruh pihak yang berekreasi ditengah-tengah epidemi.

"Jadi jika telah cukup banyak, tidak kita jemput lagi, tunggu kosong. Tetapi, terkadang ada juga yang sulit. Buat yang tidak bawa serta masker, kita siapkan membeli Rp5000. Tidak ingin gunakan ya sangat terpaksa kita tolak masuk," jelas Didik masalah prosedur kesehatan disana.

Di Radesa, konsentrasi penting pelancong ialah nikmati karya bambu serta keelokan alam rawa serta gunung-gunung yang melingkari 360 derajat dan nikmati sajian ikan hasil tangkapan nelayan seputar. Tujuan ini dibuka untuk pelancong umum sesaat pada jam delapan pagi sampai lima sore. Tapi jika telah pembukaan sah, tempat itu akan dibuka sampai jam 21.00 WIB.

"Jika pre-wedding, dari jam enam pagi sampai jam delapan," katanya.

Tertarik tiba? Ongkos ticket masuk yang dikenai buat pengunjung ialah Rp10 ribu per orang dengan ongkos naik perahu Rp15 ribu per orang. Anda dapat juga naik ke rooftop yang terdapat di pucuk menara dengan bayar Rp10 ribu per orang.

Postingan Populer